SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus memacu peningkatan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM) lokal agar mampu berdiri sejajar saat Ibu Kota Nusantara (IKN) beroperasi secara penuh.

Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Doni Erviady, menyatakan sebagai salah satu wilayah penyangga utama IKN, Kutim harus mengantisipasi serbuan produk dari luar daerah dengan memperkuat fondasi para pengusaha lokal sejak dini.

“Kita adalah salah satu daerah yang menopang IKN. Jika IKN sudah berjalan penuh dan produk lokal kita belum siap, kita akan kalah bersaing dengan produk dari luar daerah yang masuk ke ritel-ritel modern,” ujarnya, belum lama ini.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pihaknya akan berfokus pada pendampingan menyeluruh bagi pengusaha IKM. Langkah ini mencakup penataan data usaha, pemenuhan legalitas, sertifikasi higienis P-IRT, Sertifikasi Halal, hingga pendaftaran porsi Kekayaan Intelektual (HAKI) agar produk lokal memiliki standar baku.

Selain itu, pihaknya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi, seperti olahan kakao, gula aren, hingga pemanfaatan serat nanas.

“Komoditas inilah nantinya diproyeksikan tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga menembus industri manufaktur skala nasional,” tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan penguatan dari sisi legalitas serta kontinuitas produksi, mampu menjadikan pengusaha IKM daerah tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mampu menjadi pemasok utama kebutuhan produk olahan berkualitas di kawasan IKN kelak.

“Kami ingin memastikan pengusaha IKM Kutim benar-benar siap berkompetisi dari sisi kualitas maupun legalitas. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di rumah sendiri saat momentum IKN itu tiba,” pungkasnya.(Dh/Az/Adv)

Loading