SANGATTA — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur (Kutim) Basuki Isnawan, menekankan keberhasilan pengelolaan sarana dan prasarana (Sapras) keolahragaan daerah yang kini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, Sektor olahraga di Kutim kini tidak hanya berfokus pada pembinaan atlet, tetapi juga bertransformasi menjadi salah satu penyumbang penerimaan daerah. Langkah pembenahan kawasan dan pemanfaatan fasilitas secara produktif terbukti mampu mendongkrak pemasukan daerah secara signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Peningkatan penerimaan tersebut didukung oleh pemberlakuan payung hukum yang jelas mengenai retribusi pemanfaatan sarana keolahragaan. Tarif yang ditetapkan dinilai sangat terjangkau oleh masyarakat dan penyelenggara kegiatan, sehingga tidak menimbulkan keberatan saat memanfaatkan sarana milik pemerintah daerah tersebut.

“PAD kita sudah luar biasa. Dari semenjak saya, 2024 ke 2025 yang sebelumnya belum pernah ada PAD, bisa memberikan peningkatan PAD yang luar biasa. Artinya apa, dari olahraga kita juga bisa berkontribusi memberikan pendapatan asli buat daerah,” kata Basuki.

Selain menyumbang pemasukan secara langsung dari retribusi penggunaan sarana olahraga, kawasan olahraga terpadu Sangatta juga rutin dimanfaatkan untuk berbagai gelaran acara besar dan hiburan masyarakat. Kehadiran acara-acara skala besar tersebut turut menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“Kita berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan, kenyamanan serta kelengkapan fasilitas olahraga agar daya tarik kawasan tersebut tetap terjaga, sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Han/Az/Adv)

Loading