SANGATTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dirayakan lewat aksi memukau di atas panjat dinding. Lewat ajang National Climbing Series III Bupati Kutai Timur ke-V, kawasan Bukit Pelangi Sangatta mendadak dipadati ratusan pemanjat lintas generasi yang siap beradu ketangkasan dan kecepatan.
Kemeriahan kompetisi skala nasional ini menjadi warna baru di tengah riuk-pikuk pesta rakyat Erau Adat Kutai Timur di area alun-alun. Kehadiran figur-figur pemanjat berlevel dunia di tengah arena pun sukses menyedot perhatian warga sekaligus membakar panggung persaingan.
“Alhamdulillah, tahun ini luar biasa pesertanya. Tadi disampaikan oleh panitia sebanyak 222 orang. Luar biasa,” kata Bupati Ardiansyah saat membuka ajang tersebut.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, ajang ini bukan sekadar panggung hiburan pelengkap ulang tahun daerah. Kompetisi ini diposisikan sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng mental bertanding para pemanjat muda, sekaligus menguji konsistensi para atlet senior dalam mempertahankan gelar juara.
Melalui agenda tersebut, Pemda mengaku menaruh harapan besar agar atmosfer kompetitif ini melahirkan lompatan kualitas bagi seluruh pegiat panjat tebing di daerah.
“Saya berharap momen seri ketiga ini bisa lebih menaikkan prestasi, lebih meningkatkan prestasi, dan memberikan semangat kepada para atlet mulai dari junior sampai senior,” ujarnya.
Sikap pantang menyerah para atlet lokal yang rutin memeras keringat hingga larut malam di arena pemanjatan juga mendapat sorotan khusus. Dedikasi tinggi tersebut dinilai menjadi modal vital mengingat panjat tebing terutama pada nomor speed merupakan salah satu cabang olahraga penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia di level dunia.
Demi merawat momentum positif ini, Ardiansyah menginstruksikan jajaran pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur untuk memperketat pemeliharaan arena latihan. Perbaikan fasilitas yang rusak harus dilakukan tanpa menunda waktu agar ritme latihan para atlet tidak terputus.
Komitmen dukungan sarana dan wadah kompetisi berkala ini dipastikan terus berlanjut hingga penyelenggaraan seri berikutnya di tahun depan. Sebelum melepas para peserta berlaga, Bupati Kutim berpesan agar seluruh pemanjat mengutamakan kejujuran bertanding dan saling menghormati di arena. (Han/Az/ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan