SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat memperkuat deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kutim. Langkah ini diwujudkan lewat gelaran Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pelaksana Skrining Kesehatan Usia Produktif Program PTM Puskesmas Tahun 2026 belum lama ini.

Pembekalan ini difokuskan pada penguatan kompetensi teknis tenaga kesehatan yang bertugas di garis terdepan. Para peserta mendapatkan pelatihan menyeluruh, mulai dari teknik pengukuran faktor risiko, penyampaian edukasi kepada warga, pencatatan data hasil pemeriksaan yang akurat, hingga penanganan tindak lanjut bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki riwayat PTM.

Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa ancaman seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan stroke kerap tidak menunjukkan gejala pada fase awal. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala pada kelompok usia produktif menjadi krusial demi menjaga keberlangsungan pembangunan daerah serta kualitas hidup keluarga.

“Menjaga kesehatan usia produktif bukan hanya soal kualitas hidup individu, tetapi juga menyangkut produktivitas masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah,” ungkap Yuwana saat ditemui awak media.

Guna memperluas jangkauan deteksi dini, Dinkes Kutim turut mengintegrasikan kegiatan skrining ini dengan program Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Integrasi tersebut diharapkan mampu memicu kesadaran warga agar rutin memeriksakan kondisi tubuh tanpa harus menunggu munculnya keluhan fisik.

Yuwana menekankan bahwa proses skrining tidak boleh berhenti sebatas pendataan di atas kertas. Setiap temuan di lapangan harus dibarengi dengan tindakan konkret dan komunikasi yang efektif dari para petugas.

“Setiap pemeriksaan harus menghasilkan tindak lanjut,” tegasnya.

Ia menambahkan, petugas lapangan dituntut menyampaikan hasil pemeriksaan menggunakan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami warga. Di sisi lain, jajaran Kepala Puskesmas diminta memantau langsung penerapan hasil pelatihan ini agar program pencegahan PTM berjalan secara konsisten di setiap wilayah kerja.

Selain mengandalkan peran fasilitas kesehatan, Dinkes Kutim menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga dunia usaha. Pendekatan terpadu ini dinilai efektif untuk menjangkau pekerja dan warga usia produktif yang selama ini jarang mengakses layanan kesehatan formal.

Sebagai langkah pendamping, masyarakat Kutai Timur terus diimbau untuk konsisten menerapkan pola hidup sehat melalui gerakan CERDIK, yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, serta kelola stres secara bijak. (Han/Az/ADV).

 

Loading