SANGATTA — Olahraga elektronik atau esport kini diakui sebagai salah satu cabang olahraga prestasi yang berkembang pesat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hal itu dibuktikan terjunnya Pemerintah daerah (Pemda) dalam memfasilitasi minat para pemuda dalam dunia permainan digital agar dapat diarahkan ke jalur yang positif dan berprestasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jalan Soekarno Hatta, Kamis (10/09/2026).

Menurut Basuki, Rangkaian kompetisi esport berkala mulai diselenggarakan dengan melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi ajang penyaluran hobi bertanding secara sehat sekaligus sarana penjaringan bakat-bakat baru.
Pengembangan cabang ini berada di bawah naungan struktur olahraga resmi daerah. Pembinaan difokuskan pada kedisiplinan dan pembentukan mental bertanding para atlet muda.

“Esport ini sudah resmi menjadi cabang olahraga, sehingga tugas kami adalah memfasilitasi dan mengarahkan potensi anak-anak muda agar tidak sekadar bermain game tanpa tujuan,” kata Kepala Dispora Basuki Isnawan.

Di sisi lain, maraknya penggunaan gawai (HP) di kalangan anak-anak menimbulkan kekhawatiran terkait penurunan interaksi sosial dan gangguan waktu belajar. Pengawasan ketat dari lingkungan keluarga menjadi kunci utama pencegahan dampak buruk tersebut.

Melalui kesempatan tersebut, Basuki mengimbau Para orang tua untuk selalu mendampingi anak-anak saat beraktivitas dengan gawai. Pendampingan langsung dinilai efektif untuk memantau konten yang diakses serta mencegah kecanduan.

“Orang tua harus hadir mendampingi dan menerapkan batasan waktu yang tegas, misalnya membatasi penggunaan hanya pada akhir pekan,” imbuhnya.

Langkah pembatasan ini terbukti mampu mengembalikan fokus anak pada kewajiban akademis di sekolah. Keseimbangan antara kegiatan digital dan belajar diharapkan dapat membentuk karakter pemuda yang cerdas dan berprestasi. (Han/Az/ADV)

Loading