SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dispora meluncurkan program pembinaan ekonomi kreatif khusus bagi generasi muda. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembentukan Forum Wirausaha Muda yang menjangkau hingga ke tingkat 18 Kecamatan.
Dalam keterangan Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan, Program ini difokuskan untuk mengubah pola pikir para lulusan sekolah maupun perguruan tinggi agar tidak sekadar berorientasi mencari pekerjaan. Pemuda didorong menjadi pencipta lapangan kerja baru yang mandiri dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Pelatihan keterampilan diprioritaskan pada sektor pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Para peserta diajarkan teknik pengemasan produk, pembuatan konten visual promosi, hingga strategi jualan langsung secara dalam jaringan.
“Anak-anak muda ini kami latih agar mampu mengemas produknya dengan tampilan visual menarik dan tahu tata cara memasarkannya melalui media sosial secara efektif,” kata Basuki kepada awak media, Rabu (09/09/2026)
Dalam pelaksanaannya, Phaknya (Dispora) menggandeng praktisi usaha lokal dan dunia industri untuk memberikan pendampingan secara langsung. Pendekatan ini dipilih agar materi yang disampaikan sesuai dengan dinamika dan kebutuhan pasar di wilayah Kutai Timur.
Hingga saat ini, puluhan kelompok usaha muda yang mendominasi sektor kuliner dan kerajinan telah mendapatkan fasilitas pelatihan gratis. Pembinaan ini bertujuan membentengi pemuda dari maraknya kegiatan negatif di era digital.
“Kami ingin menjauhkan pemuda dari bahaya judi online maupun narkoba dengan cara menyalurkan energi mereka ke dalam kegiatan wirausaha yang menghasilkan pendapatan,” tuturnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah daerah berharap jejaring wirausaha muda ini terus bereplikasi di seluruh wilayah kecamatan. Keberlanjutan program diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal berbasis kemandirian pemuda. (Han/Az/ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan