SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus menggenjot transformasi digital di sektor pendidikan dasar dan menengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur sumber daya manusia (SDM) di puluhan sekolah tersebut sebenarnya telah mencapai tahap optimal.
“Guru-guru kita sudah kita lakukan bimbingan teknis, dari level zero hingga level one. Bahkan, Kutim saat ini sudah memiliki beberapa tutor Google tingkat nasional,” ujar Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya, Sangatta, Senin (07/09/2026).
Meski kesiapan tenaga pengajar telah terpenuhi, program peluncuran resmi KSRG masih tertahan oleh pemenuhan standar ketersediaan perangkat keras. Persyaratan utama penetapan status KSRG mewajibkan setiap sekolah memiliki minimal 60 unit perangkat komputer laptop berbasis Chrome OS (Chromebook).
Ia menjelaskan bahwa kendala pengadaan perangkat dari pusat membuat pihaknya mengambil langkah efisiensi dengan menjajaki opsi pendanaan alternatif. Selain itu, pihaknya aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak swasta untuk mengoptimalkan alokasi program Corporate Social Responsibility (CSR) guna menutupi kekurangan perangkat tersebut.
“Kita tidak main-main untuk mewujudkan sekolah rujukan google ini. Hanya saja ada satu syarat yang masih kita upayakan yaitu pemenuhan minimal 60 Chromebook per sekolah,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan, sebanyak 36 sekolah jenjang SD dan SMP di wilayah Kutim kini telah disiapkan untuk diusulkan sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada penyelesaian melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, sehingga 36 sekolah ini bisa segera kita luncurkan secara resmi,” pungkasnya.(Dh/Az/Adv).
![]()


Tinggalkan Balasan