SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus memacu akselerasi sektor manufaktur lokal melalui strategi hilirisasi komoditas berbasis kawasan.

Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menegaskan bahwa fokus utama pihaknya saat ini berada pada pemetaaan dan pengembangan industri kecil menengah (IKM), bukan sekadar sektor UMKM skala perdagangan umum.

“Fokus kami di bidang industri adalah hilirisasi produk. Kami ingin memastikan komoditas mentah yang dihasilkan di wilayah Kutim dapat diolah secara maksimal di dalam daerah sebelum dipasarkan,” ujarnya, usai ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (07/09/2026).

Ia menjelaskan, program hilirisasi ini dirancang selaras dengan 50 program unggulan Bupati Kutim. Pemetaan kawasan industri difokuskan pada potensi primer yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Setidaknya kita ada empat komoditas utama yang menjadi tulang punggung pengembangan industri daerah, yaitu gula aren, serat nanas, kakao, dan pisang,” jelasnya.

Melalui integrasi kawasan industri berbasis wilayah, ia menilai dapat membangun ekosistem manufaktur yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Pengolahan empat komoditas tersebut tidak hanya mentransformasi struktur ekonomi daerah, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal serta membuka peluang investasi baru.

“Kami tidak ingin industri berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas. Penentuan fokus pada empat komoditas ini didasarkan pada potensi riil di tiap kecamatan, sehingga dampak ekonominya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” Pungkasnya.(Dh/Az/Adv)

Loading