SANGATTA – Pemerintah Desa Swarga Bara memperkuat predikat Desa Layak Anak (Kelana) dan pembinaan atlet muda dengan mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (Bankeukus) Rp250 juta per RT untuk fasilitas bermain serta ruang olahraga terpadu.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Desa Layak Anak tidak lepas dari kesiapan infrastruktur publik dan ruang terbuka ramah anak.
Menurutnya, keberadaan fasilitas umum di kawasan Town Hall, yang dikelola melalui kolaborasi bersama pihak yayasan, menjadi salah satu indikator vital penilaian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Mempertahankan status Desa Layak Anak ini justru tantangan terberat. Kalau sekadar meraihnya, administrasi dan persyaratan bisa disiapkan. Namun, memastikan fasilitas itu terus berguna butuh konsistensi,” ujar Wahyuddin, Sabtu (05/09/2026)
Selain itu, langkah nyata pelestarian predikat tersebut kini diadopsi hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Melalui pengalokasian Bantuan Keuangan Khusus (Bankeukus) sebesar Rp250 juta per RT, sejumlah pengurus RT mulai mengajukan pengadaan sarana bermain anak yang aman dan terintegrasi di lingkungan masing-masing.
“Saat ini kita fokus pada ruang ramah anak, kita juga terus mendorong pembinaan bakat olahraga sejak dini,” tambahnya.
Tak sampai disitu, kata Wahyuddin Usman, Desa ini secara rutin menaungi Sekolah Sepak Bola (SSB) yang memanfaatkan Lapangan Kabo sebagai pusat pelatihan anak usia dini.
“Banyak juga anak-anak kita yang berprestasi di bidang ini, makanya kami menyokong keikutsertaan anak-anak dalam berbagai kompetisi setiap tahunnya,” kata Wahyuddin Usman.
Menurut Wahyuddin, pembinaan olahraga tersebut tidak semata-mata berfokus pada piala atau orientasi juara, melainkan sebagai langkah preventif untuk mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan smartphone.
Di sisi lain, ia juga mencatatkan jajaran atlet muda berprestasi, mulai dari pelari tingkat kabupaten di kawasan Kampung Jawa hingga atlet pencak silat usia dini yang sukses bertanding di tingkat regional.
“Tidak hanya di sepak bola yang kami genjot, banyak cabor lain juga yang kami dampingi serta memfasilitasi kebutuhan pembinaan para atlet muda sesuai kapasitas anggaran yang tersedia,” pungkasnya.(Dh/Az/Adv).
![]()


Tinggalkan Balasan