SANGATTA — Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi krisis kesehatan akibat tingginya polusi udara dan perubahan cuaca ekstrem yang melanda kawasan pemukiman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kutim dr. Yuwana Sri Kurniawati saat ditemui awak media belum lama ini. Dirinya mengaku, langkah siaga ini diwujudkan melalui penyiapan puluhan ribu masker gratis serta penguatan layanan medis dasar di seluruh unit pelaksana teknis daerah guna melindungi warga dari ancaman penyakit pernapasan.

Menurutnya, Penyiapan sarana pencegahan ini menjadi krusial setelah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menurunkan kualitas udara dan memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Dampak cuaca panas yang menyengat turut memperburuk kondisi kesehatan warga, sehingga fenomena ini dikategorikan sebagai ancaman penyakit sensitif iklim,” katanya.

Berdasarkan pemantauan wilayah, ia menyampaikan, bahwa kasus ISPA tertinggi saat ini tercatat di kawasan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Peningkatan jumlah pasien di kedua wilayah tersebut berkaitan erat dengan tingginya intensitas asap pembakaran lahan yang terbawa angin hingga ke pemukiman penduduk.

Guna menekan dampak buruk dari paparan polusi udara tersebut, Dinkes telah menyediakan puluhan ribu pasokan masker yang bersumber dari alokasi anggaran daerah.

“Distribusi logistik ini diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di area paling rawan dan terdampak parah,” tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Kudungga itu juga menyampaikan, Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama atau puskesmas telah disiagakan untuk melayani dan menyalurkan bantuan masker secara gratis.

“Warga maupun perangkat desa setempat cukup mengajukan permohonan kebutuhan masker ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pasokan tersebut,” bebernya.

Petugas kesehatan itu juga mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah dan menghindari paparan langsung terik matahari demi mencegah dehidrasi. Selain itu, Masyarakat diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi sayur dan buah guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Untuk saat ini stok kami dari APBD ada masker bentuk hijab 60.000 pieces dan masker earloop 41.250 pieces, total sekitar 1.000 box,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan. (Han/Az/ADV)

Loading