SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan program inovasi terbaru bernama Pentas Kutim (Pengukuran Timbangan Serentak). Langkah strategis tersebut sebagai upaya nyata pemerintah daerah (Pemda) dalam mengoptimalkan pemetaan serta percepatan penanganan kasus stunting pada anak secara akurat.
Pelaksanaan gerakan Pentas Kutim ini dihadirkan bulan Agustus 2026 dan diselenggarakan secara menyeluruh di 18 kecamatan. Inovasi ini menyasar seluruh balita di wilayah Kutai Timur guna memastikan tumbuh kembang mereka terpantau secara periodik.
Melalui intervensi serentak tersebut, Dinkes Kutim berhasil mencatatkan lonjakan signifikan dalam cakupan pendataan balita. Angka partisipasi penimbangan yang sebelumnya berada di kisaran 32 persen, kini berhasil didorong hingga menembus angka di atas 52 persen.
Peningkatan pencapaian itu dinilai menjadi modal penting bagi Pemda untuk memperoleh data lapangan yang valid. Kehadiran program ini, menurutnya, mengubah landasan kerja penanganan stunting yang mulanya berpatokan pada data proyeksi, kini beralih menggunakan data riil berdasarkan nama dan alamat balita (by name, by address).
Ketersediaan data yang presisi ini memudahkan jajaran tenaga kesehatan untuk mendeteksi potensi gangguan pertumbuhan sejak dini. Langkah preventif tersebut difokuskan agar anak-anak yang terindikasi stunting bisa mendapatkan penanganan medis secara intensif sebelum menginjak usia dua tahun.
“Pentas Kutim hadir untuk memperkuat serta melengkapi program pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini sudah berjalan rutin melalui sistem pelaporan SIGIZI,” ungkap Sekretaris Dinkes Kutim Triana Nur kepada awak media, Kamis (03/09/2026).
Lebih lanjut, Dirinya mengaku. Keberhasilan pengumpulan data riil ini tidak terlepas dari pendekatan aktif jajaran fasilitas kesehatan yang menjangkau warga hingga ke tingkat tapak, didukung oleh partisipasi tinggi dari masyarakat sekitar.
“Pentas Kutim ini diharapkan, menjadi inovasi untuk melakukan penimbangan yang betul-betul riil. Dengan penimbangan tadi, kita bisa mendeteksi stunting secara lebih cepat,” pungkasnya. (Han/Az/Adv)
![]()


Tinggalkan Balasan