SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 18 Kecamatan. Hingga kini, capaian layanan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma tersebut telah melampaui 70 persen dan tersebar di 21 Puskesmas yang ada di daerah.

Sekretaris Dinkes Kutim Triana Nur, menyatakan bahwa pelaksanaan CKG berjalan optimal tanpa kendala serius. Seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah telah disiagakan dengan tenaga medis serta dokter yang memadai. Untuk memperluas jangkauan layanan itu, pihak dinas berencana merangkul fasilitas kesehatan swasta dalam waktu dekat.

“Kami upayakan tahun ini bergerak lagi untuk cek kesehatan gratis di semua faskes, melibatkan klinik-klinik swasta dan rumah sakit yang ada di lingkup kita,” ujar Triana saat ditemui awak media, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan rekapitulasi data pemeriksaan, Menurutnya, masyarakat usia produktif rentang 30 hingga 45 tahun menjadi kelompok yang paling dominan memanfaatkan layanan ini. Dari hasil penapisan, jenis penyakit tidak menolak seperti hipertensi dan diabetes paling banyak ditemukan pada kelompok dewasa. Sementara itu, masalah kesehatan gigi menjadi temuan tertinggi pada kelompok anak sekolah.

Untuk penanganan pasien yang terindikasi mengidap penyakit serius atau kronis, Dinkes Kutim memastikan seluruh mekanisme rujukan telah terintegrasi dengan program jaminan kesehatan daerah dan nasional. Penanganan penyakit berkala seperti diabetes dapat diakses secara berkala di faskes terdekat tanpa kendala pembiayaan.

Lebih lanjut, Triana mengaku optimistis program deteksi dini ini efektif menekan angka penyakit yang dialami masyarakat secara signifikan. Melalui kesempatan itu, dirinya mengimbau seluruh warga Kutim, agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka secara berkala.

“Ini adalah hal yang terpenting, terutama pencegahan dini pada penyakit-penyakit tertentu. Dengan cek secara dini, otomatis penyakit yang ada bisa secepatnya kita atasi sebelum ke arah yang lebih serius,” pungkasnya. (Han/Az/Adv)

Loading