SANGATTA – Wisuda angkatan ke-16 Sarjana Strata Satu (S1) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur (Kutim) berlangsung di ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG), Bukit Pelangi kawasan Pemerintahan Sangatta, Rabu (15/07/2026).
Dalam prosesi menyematan toga mahasiswa sebanyak 145 itu disaksikan langsung Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Jumeah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Ernata dan unsur Forkopimda serta hadirin lainnya.
Dalam kesempatan itu, Wabup Mahyunadi menekankan bahwa momentum kelulusan ini bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan gerbang awal untuk menghadapi dinamika kehidupan yang sebenarnya di tengah-tengah masyarakat luas.
Lebih lanjut, saat melangkah keluar dari ruangan ini, anda tidak sedang meninggalkan dunia pendidikan. Sebaliknya, sedang melangkah masuk ke dalam laboratorium kehidupan yang sesungguhnya.
“Jika selama ini anda diuji di atas kertas, mulai besok anda akan diuji oleh realitas sosial masyarakat,” tegasnya.
Orang nomor dua di Pemkab Kutim itu juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah berkorban demi keberhasilan akademik putra putri mereka hingga mencapai titik ini. Menurutnya, Keberhasilan mereka hari ini adalah buah dari air mata dan doa sunyi yang Anda langitkan. Hari ini, tataplah putra-putri Anda dengan rasa bangga, karena pengorbanan Anda telah melahirkan tunas-tunas baru bagi masa depan daerah kita,” tambahnya.
Pria kelahiran 27 November 1972 itu berpesan, agar para lulusan baru tersebut, untuk terus mengembangkan kompetensi serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang bergerak cepat.
“Jadikan perubahan zaman sebagai peluang, bukan sebagai ancaman dan Jadilah perekat sosial dan penebar manfaat di tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua STAI Sangatta Satriah, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para wisudawan. Selain itu, dirinya juga mengingatkan bahwa gelar akademik yang diraih mengemban tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat.
“Keberhasilan hari ini adalah hasil perjuangan, doa dan kerja keras yang panjang, bukan hanya dari diri Anda tetapi juga dari orang tua, dosen dan orang-orang yang mencintai Anda,” ujar Satriah.
Melalui agenda tersebut, Satriah berpesan agar para alumni tidak berpuas diri dan selalu mengutamakan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar daripada sekadar mengejar pencapaian individual.
“Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi tetapi juga menabur manfaat kebermanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat,” pesannya.
Prosesi wisuda angkatan ke-16 ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan secara langsung oleh Wakil Bupati Mahyunadi kepada beberapa mahasiswa yang berhasil meraih predikat kelulusan dengan nilai terbaik. (Hn/Az)
![]()


Tinggalkan Balasan