BENGALON – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman resmi menutup Perayaan Festival Sekerat Nusantara ke – V yang berlangsung di kawasan pesisir pantai Desa Sekerat Kecamatan Bengalon, Minggu malam (12/07/2026).

Agenda tersebut dihelat selama tiga hari, mulai sejak tanggal 10 Juli 2026 dan dimeriahkan oleh 20 tenan lokal kawasan Bengalon dan Kecamatan terdekat lainnya. Sebelum memasuki puncak acara, Bupati Ardiansyah menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang aneka lomba tradisional yang telah dipertandingkan, seperti gasing, menyumpit hingga tari daerah serta berbagai lomba lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan, Perayaan rutin tahunan desa Sekerat tersebut merupakan suatu wadah untuk melakukan perputaran ekonomi.

Lebih lanjut, pria kelahiran 05 Februari 1964 itu menjelaskan, bahwa melalui agenda serupa lainnya merupakan wadah atau jembatan strategis bagi masyarakat untuk mengenalkan produk-produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Dirinya beranggapan, bahwa kegiatan tahunan itu merupakan salah satu arena untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, hal itu dapat terlihat melalui transaksi yang ada. Selain itu, Produk masyarakat juga terus dapat dikembangkan, dipamerkan serta dipromosikan.

“Oleh karenanya, mari kita berpositif thinking terkait beberapa agenda yang sudah kita lakukan,” ujar Bupati Ardiansyah dihadapan Perwakilan Pariwisata dan Kades Sekerat serta undangan lainnya.

Terakhir dirinya memberi semangat untuk para pemenang lomba dan berharap kualitas penyelenggaraan ke depan dapat terus ditingkatkan, mengingat event ini sudah masuk dalam kalender agenda rutin Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Mudah-mudahan festival yang akan datang bisa lebih meriah lagi daripada tahun ini. Semoga dengan adanya acara ini, masyarakat merasa terhibur sekaligus bisa memahami bahwa inilah sekilas akar adat dan budaya Kutai yang kita tampilkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika, menegaskan bahwa perayaan festival yang mengusung tema “Budaya Lestari, Nusantara Bersatu, Sekerat Sejahtera” ini membutuhkan perjuangan panjang. Baginya, agenda ini bukan sekadar perayaan formalitas semata.

“Kegiatan Festival Sekerat Nusantara bukan seremonial biasa, melainkan suatu agenda yang akan membawa nama desa kami ke hal yang lebih baik lagi” pungkasnya. (Hn/Az)

Loading