SANGATTA — Suasana khidmat menyelimuti tempat Bimbingan Belajar (Bimbel) Ar-Rohmah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus Haul KH Abdul Hamid bin Abdullah Pasuruan yang digelar oleh Majelis Ta’lim Al-Awwabin di Yos Sudarso 4 Gang Sangkis 2, Teluk Lingga, Sangatta Utara, Jumat malam (11/09/2026).
Acara keagamaan yang menghadirkan ulama tersohor Sayyidil Habib Abdullah Bin Abdurrahman Al Mudhdhor tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi serta Kapolsek Sangatta Utara Bambang Eko.
Di balik kekhusyukan selawat, ada pemandangan hangat yang mencuri perhatian. Peringatan hari besar umat Islam malam itu tidak hanya dipadati oleh jamaah Muslim, tetapi juga disambut hangat oleh warga non-Muslim di sekitar lokasi. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata indahnya keharmonisan dan toleransi antarumat beragama yang terjalin erat di tengah masyarakat Sangatta.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kutim Jimmi menyampaikan apresiasi atas hadirnya ruang-ruang keagamaan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi antara ulama, pemerintah dan pemuda adalah kunci utama dalam membangun daerah yang tenteram dan berakhlak.
“Kami berharap kepada Allah SWT, semoga tanah negeri yang dipimpinnya ini bersama rakyatnya menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafur. Cita-cita pemerintah ini akan diupayakan untuk mencapai dan mensukseskan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW,” kata Jimmi.
Semangat perbaikan itu terasa makin nyata lewat kiprah (Langkah) Majelis Ta’lim Al-Awwabin. Berdiri sekitar lima hingga enam bulan lalu atas restu Habib Abdullah Bin Abdurrahman Al Mudhdhor, majelis ini hadir khusus sebagai wadah peradaban bagi kaum muda Sangatta agar terhindar dari pengaruh lingkungan yang merusak.

Perwakilan Majelis Ta’lim Al-Awwabin Agus Faisol Arifin menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah membimbing para pemuda agar memiliki benteng moral yang kokoh di tengah maraknya penyakit sosial modern.
“Wadah ini kami prioritas utama untuk pembentukan awal para kawula pemuda. Harapan kami para pemuda Sangatta jauh dari dunia online, jauh dari miras dan narkoba, serta bisa lebih berbakti kepada orang tua dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Upaya yang dilakukan secara humanis dan perlahan tersebut kini mulai membuahkan hasil manis. Sejumlah pemuda lokal yang dulunya terjerat kebiasaan kelam, seperti judi online dan minuman keras, kini perlahan-lahan mulai bangkit dan menata jalan hidup yang baru. Perubahan tersebut ditandai dengan ikrar kesadaran dari para pemuda itu sendiri untuk memperbaiki kualitas ibadah mereka, dimulai dari hal-hal mendasar secara konsisten.
“Alhamdulillah sekitar lima orang sudah berjanji di depan kami untuk tidak judi online dan tidak miras lagi. Kami juga membuat gerakan salat seminggu sekali untuk jumat berjamah, lalu bertahap ditingkatkan. Semoga Al-Awwabin terus istikamah memberikan warna baru di Sangatta,” tuturnya. (Han/Az)
![]()


Tinggalkan Balasan