Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengintensifkan program pencegahan bahaya narkoba di lingkungan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Kutim.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika merupakan prioritas penting dalam membina karakter peserta didik.

“Kami secara rutin menggelar sosialisasi pencegahan narkoba di sekolah-sekolah, terutama untuk jenjang SMP, agar siswa terhindar dari pengaruh barang haram tersebut,” ujarnya belum lama ini.

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Kutim mengedepankan pola kolaborasi bersama pihak-pihak eksternal yang memiliki kapasitas dan keahlian di bidang pencegahan narkotika.

Ia menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini melibatkan interaksi aktif antara narasumber ahli, jajaran guru, serta para siswa di lingkungan sekolah.

“Kami mendatangkan pihak terkait yang punya kapasitas untuk memberikan edukasi secara langsung kepada guru dan siswa di sekolah,” jelas Mulyono.

Sementara itu, terkait isu penyakit menular seperti HIV/AIDS yang menyasar kalangan remaja, Disdikbud memilih fokus pada ranah pencegahan dini di tingkat SD dan SMP sesuai batas kewenangan dinas.

Di sisi lain, pihaknya juga memastikan seluruh kebijakan sekolah berjalan sesuai regulasi pusat, termasuk menghapus beban administrasi yang tidak relevan bagi calon siswa baru.

“Fokus kami adalah memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman bahaya narkoba,” pungkasnya.(Dh/Adv)

Loading