SANGATTA – Kebutuhan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bengkal dan RSUD Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini telah terpenuhi melalui skema penugasan khusus. Pemenuhan tenaga medis tersebut dilakukan melalui dukungan pembiayaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan keberadaan dokter spesialis di rumah sakit daerah menjadi bagian penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, pemenuhan tersebut dilakukan melalui kerja sama pembiayaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“Alhamdulillah untuk dokter spesialis sudah terpenuhi dengan adanya penugasan khusus dari Dinas Kesehatan Provinsi dan itu sharing pembiayaannya dari Dinas Kesehatan Provinsi. Jadi baik itu di RSUD Muara Bengkal maupun RSUD Sangkulirang, alhamdulillah sekarang sudah ada dokter-dokter spesialis,” ujar Yuana saat diwawancarai melalui telepon belum lama ini.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis turut memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan masyarakat ke rumah sakit. Sebelumnya, keterbatasan tenaga spesialis menjadi salah satu kondisi yang membuat pelayanan di rumah sakit tersebut belum berkembang secara maksimal.
“Dengan adanya dokter spesialis, maka kunjungan pasien ke sana, ke rumah sakit itu sudah mulai tinggi dan mulai banyak. Kemudian pelayanan mereka juga sudah dicover oleh BPJS, sehingga alhamdulillah pelan-pelan pemasukan mereka dari klaim BPJS sudah mulai ada,” katanya.
Yuana menjelaskan, kondisi tersebut juga terjadi di RSUD Muara Bengkal. Rumah sakit yang mulai berdiri sejak 2023 itu sebelumnya mengalami kendala dalam menarik dokter spesialis karena keterbatasan kemampuan pembiayaan untuk memenuhi standar penghasilan yang dibutuhkan.
Ia mengatakan, pemerintah daerah kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mencari skema pembiayaan yang memungkinkan tenaga dokter spesialis ditempatkan di wilayah tersebut.
“Sejak April kita sudah terpenuhi. Kita melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, kemudian dilakukan sharing pembiayaan. Dari Dinas Kesehatan Provinsi sekitar Rp27 juta dan sisanya sekitar Rp40 juta dari Dinas Kesehatan Kutim setiap bulan,” jelasnya.
Menurut Yuana, kehadiran tujuh dokter spesialis tersebut membuat aktivitas pelayanan di RSUD Muara Bengkal mulai meningkat. Masyarakat yang sebelumnya harus mendapatkan pelayanan tertentu di wilayah lain kini memiliki pilihan untuk memperoleh layanan di rumah sakit setempat.
“Sejak itu akhirnya Rumah Sakit Muara Bengkal sudah mulai hidup, sudah mulai banyak kunjungan-kunjungan pasien. Sebelumnya memang belum ada dokter spesialis di sana karena gajinya masih belum bisa memenuhi standar, sehingga banyak yang tidak mau,” pungkasnya,(Dh/Az/Adv).
![]()


Tinggalkan Balasan