SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempersiapkan pembangunan rumah sakit di wilayah Muara Wahau. Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap perencanaan dan penyusunan sejumlah dokumen yang menjadi dasar sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.

Kepala Dinkes Kutim, Yuana, mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan. Pemerintah daerah saat ini masih menyelesaikan sejumlah kajian dan dokumen teknis sebagai bagian dari persiapan pembangunan.

“Wahau ini kan kita proses, ada tahapan-tahapan yang jelas. Tahun ini kita masih berproses untuk studi kelayakan, kemudian penyusunan DED, UKL-UPL. Tahapan-tahapan itu termasuk untuk persiapan pembangunan yang nantinya akan kita lanjutkan pada 2027 sampai 2028,” ujar Yuana saat diwawancarai melalui telepon, Sabtu (03/10/2026).

Menurutnya, penyelesaian dokumen perencanaan menjadi bagian penting sebelum pembangunan rumah sakit dimulai. Setelah tahapan tersebut selesai, pemerintah daerah masih harus mempersiapkan berbagai kebutuhan lainnya, mulai dari bangunan hingga fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Nilai anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp135 miliar.

“Untuk saat ini kita masih berproses untuk penyusunan DED, FS, UKL-UPL. Kemudian kita juga sedang berjuang untuk pembangunan pada 2027. ,” katanya.

Ia menjelaskan, selain anggaran pembangunan, kesiapan lahan juga telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan rumah sakit di Muara Wahau memiliki luas sekitar tujuh hektare.

“Alhamdulillah, lahannya sudah kita persiapkan. Kita mendapatkan hibah dari Desa Wanasari dengan luas sekitar tujuh hektare. Jadi untuk lahannya sudah kita siapkan dan tinggal bagaimana tahapan berikutnya untuk pembangunan rumah sakit ini bisa berjalan,” ungkap Yuana.

Lebih lanjut, Yuana menuturkan pembangunan rumah sakit tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi bangunan. Setelah fasilitas tersebut berdiri, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik.

“Setelah itu kita harus memenuhi mebel, alat kesehatannya, kemudian SDM-nya. Itu lumayan tidak simpel, karena banyak sekali yang harus dipersiapkan. Jadi bukan hanya membangun gedungnya saja, tetapi setelah gedung selesai kita juga harus memikirkan peralatan dan sumber daya manusianya,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian yang harus dipersiapkan sejak awal. Ketersediaan SDM nantinya harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan yang diberikan rumah sakit.

“SDM juga harus kita siapkan, kemudian alat kesehatan juga harus lengkap. Jadi semuanya harus dipersiapkan secara bertahap supaya nanti ketika rumah sakit sudah selesai dibangun, pelayanan kepada masyarakat juga bisa langsung berjalan dengan baik,” pungkasnya (Dh/Az/Adv).

Loading