SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melakukan penyegaran pejabat Administrator dan Pengawas yang di laksanakan di ruang Meranti, kantor Bupati, Sangatta, Senin (26/01/2026).

Sebanyak 164 pegawai di lantik dan diambil sumpah janji jabatanya oleh oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: B–400.14.1.1/00046/BUP tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Pns Kedalam Jabatan Administrator Dan Jabatan Pengawas Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026.

Hadir pada kegiatan yang di siarkan secara langsung Youtube Diskominfo Staper tersebut Wakil Bupati Mahyunadi, Sekretariat Kabupaten Rizali Hadi, unsur pimpinan Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah serta undangan lainya.

Agenda tersebut merupakan bagian dari semangat organisasi guna penyegaran aparatur sekaligus meningkatkan kinerja birokrasi dalam melayani masyarakat. Pelantikan ini

Dalam amanahnyam, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa setiap posisi yang diemban merupakan bentuk kepercayaan besar yang menuntut tanggung jawab penuh dari para pejabat diberikan amanah untuk menjalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)

“Pelantikan ini adalah bagian tak terpisahkan dari kebutuhan organisasi untuk peningkatan kinerja dan penataan sistem pelayanan. Jabatan yang saudara emban adalah amanah dari pemerintah daerah (Pemda) sekaligus masyarakat,” ujar Bupati Ardiansyah

Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu juga meminta kepad aseluruh pajabat yang baru saja di lantik untuk menjaga integritas dengan menghindari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), meningkatkan profesionalisme sesuai regulasi serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas hak pribadi. Selain itu, ia mendorong percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik hingga penguatan kolaborasi sesama perangkat daerah.

“Jadilah pejabat yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Ingat bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan amanah untuk melayani. Saya juga mendorong penerapan teknologi informasi agar sejalan dengan semangat reformasi tata usaha,” tegasnya.

Pria kelahira 5 Februari 1964 itu berharap. Para pejabat menjadi teladan dan disiplin dalam etika kerja. Mengingat tantangan daerah yang semakin kompleks, pihaknya meminta pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, efisien dan akuntabel demi pembangunan yang berkeadilan di bidang infrastruktur, pendidikan hingga ekonomi kerakyatan.

“Saya berharap saudara dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta mewujudkan cita-cita pembangunan Kutai Timur yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Loading