SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu program pencegahan stunting secara maraton dari hulu. Salah satu fokus utamanya yakni menekan risiko anemia pada remaja putri tingkat SMP dan SMA di seluruh wilayah daerah melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.
Kepala Dinkes Kutim dr. Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa persiapan kesehatan generasi muda harus dilakukan jauh sebelum mereka memasuki jenjang pernikahan. Remaja putri merupakan calon ibu yang kondisi fisiknya perlu dijaga agar tidak mengalami kekurangan sel darah merah saat hamil di masa depan. Jika seorang ibu hamil mengidap anemia, kondisi tersebut berpotensi tinggi melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang menjadi pemicu utama stunting.
Menurut dr. Yuwana, persoalan stunting tidak sekadar berdampak pada fisik anak yang kurang tinggi atau bertubuh kerdil. Ia mengaku, stunting mengancam tingkat kecerdasan anak sehingga berisiko menurunkan kualitas daya saing generasi penerus daerah. Oleh karena itu, konsumsi TTD bagi remaja perempuan menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
“Harapan kita, setiap remaja putri itu minimal seminggu sekali mereka minum satu tablet tambah darah,” ujar dr. Yuwana saat ditemui awak media, Senin (31/08/2026).
Lebih lanjut, Meskipun pasokan tablet dari Dinas Kesehatan telah disalurkan secara merata ke seluruh Puskesmas sesuai target target sasaran, tingkat kepatuhan dan konsistensi remaja putri dalam mengonsumsi TTD dinilai masih perlu ditingkatkan. Selain itu juga, Dinkes Kutim terus menggandeng pihak sekolah untuk memastikan suplemen tersebut benar-benar diminum, bukan sekadar diterima.
Di sisi lain, tantangan distribusi fisik dan penyuluhan juga masih dijumpai, terutama untuk wilayah-wilayah pedalaman atau daerah yang terpencil. Keterbatasan akses geografis terkadang menjadi kendala komunikasi dan pemantauan program di lapangan.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Dinkes terus memperkuat koordinasi dengan Puskesmas sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat kecamatan terkait data jumlah siswi dari setiap sekolah terus diperbarui agar alokasi TTD dapat terdistribusi secara tepat jumlah dan tepat sasaran.
“Kalau dari sistem distribusi pemberian tablet tambah darahnya, kita sudah upayakan semua Puskesmas sudah kita bagikan sesuai dengan data yang dikirim dari pihak sekolah,” pungkasnya. (Han/Az/Adv)
![]()


Tinggalkan Balasan