SANGATTA — Gelaran Bupati Runners Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan bagi pelari dewasa, tetapi juga memberikan ruang khusus bagi partisipasi anak-anak usia dini. Langkah itu diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah (Pemda) dalam membangun gaya hidup sehat serta mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan pada gawai (gadget).
Kepala Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan menyampaikan, Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi saat memadati lintasan kegiatan bersama para orang tua yang turut memberikan dukungan penuh. Pembiasaan aktivitas fisik sejak dini ini dinilai penting untuk membentuk karakter anak yang aktif, percaya diri dan memiliki kecintaan terhadap dunia olahraga.
Lebih lanjut, Dirinya menegaskan bahwa keikutsertaan kelompok usia muda ini berfokus pada pembentukan semangat dan gaya hidup, bukan sekadar mengejar piala atau prestasi semata.
“Anak-anak kita libatkan juga, mulai usia 5 sampai 8 tahun. Yang kita cari bukan prestasinya, tapi anak-anak jua mulai bagaimana mau semangat berolahraga,” kata Basuki Isnawan saat ditemui awak media.
Kebijakan merangkul anak-anak dalam event olahraga tersebut, ia mengaku mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Kehadiran ruang kegiatan outdoor yang positif dinilai mampu mengurangi kebiasaan anak bermain ponsel pintar di rumah, sekaligus menghadirkan momen kebersamaan keluarga yang berkualitas.
“Daripada mereka sibuk main gadget, orang tua pada happy semua anak-anak bisa berolahraga. Jadi ini luar biasa, kita lihat antusiasnya luar biasa dan ini free, tidak ada pemungutan biaya,” ujarnya menambahkan.
Oleh karena itu, Pemkab Kutim berharap. Ajang serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan berbagai kelompok usia, sehingga budaya olahraga dapat tertanam kuat di tengah masyarakat sejak usia dini. (Han/Az/Adv)
![]()


Tinggalkan Balasan