SANGATTA — Suksesnya penyelenggaraan Bupati Runners Fest 2026 tak hanya menggairahkan dunia olahraga lokal, tetapi juga menjadi momentum efektif dalam menggemakan konsep sport tourism di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Ribuan pelari dari berbagai penjuru Kalimantan Timur (Kaltim) berbondong-bondong memadati lokasi acara. Mereka memanfaatkan momen kompetisi ini untuk menyalurkan hobi lari sekaligus menikmati ragam destinasi wisata unggulan daerah.
Kehadiran para peserta lintas kabupaten dan kota tersebut memberikan kesan mendalam, khususnya bagi pecinta olahraga yang baru pertama kali berkunjung ke Sangatta. Atmosfer hangat dan sambutan ramah masyarakat lokal turut melengkapi pengalaman berkesan bagi para tamu yang datang.
Selain itu, Sejumlah tempat ikonik di Sangatta menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian para peserta. Mulai dari keasrian alam yang hijau hingga kemegahan wisata religi, semuanya menjadi destinasi favorit untuk dikunjungi usai menyelesaikan pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan bahwa banyak peserta luar daerah mengagumi potensi serta keindahan destinasi wisata yang dimiliki Kutim. Keragaman objek wisata ini dinilai menjadi nilai tambah yang jarang ditemui di daerah lain.
Banyaknya tempat menarik yang bisa dikunjungi membuat para pelari dan wisatawan terpukau. Beberapa titik yang paling banyak mendapat pujian di antaranya adalah kawasan perkantoran Bukit Pelangi, keindahan Masjid Agung Al-Faruq, hingga pemandangan mempesona dari Bukit Pandang (BP).
“Sangatta luar biasa. Itu yang saya dapat dari pesan para peserta di luar Kutai Timur,” kata Basuki saat ditemui awak media.
Melalui keberhasilan Bupati Runners Fest 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengaku sangat optimistis. Sektor pariwisata berbasis olahraga diyakini akan terus berkembang pesat dan siap menarik lebih banyak wisatawan pada event-event mendatang. (Han/Az/Adv)
![]()


Tinggalkan Balasan