SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menegaskan komitmennya dalam upaya percepatan penanganan masalah stunting di beberapa daerah.

Hal itu diwujudkan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting atau Rembug Stunting. Dihelat di Ruang Tempudau, Bukit Pelangi, Kawasan Pemerintahan Sangatta Utara, Selasa (16/12/2025).

Rakor tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Mahyunadi. Hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sudirman Latief, Kepala Disnakertrans, Roma Malau. Kepala DPPKB, Achmad Junaidi. Ketua Baznas Kutim, Masnip Sofwan dan seluruh Camat se-Kutim Via Daring dan Luring dan Perangkat Daerah (PD) terkait serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam hal ini diwakili Wabup, Mahyunadi karena tidak sempat hadir. menekankan bahwa stunting bukanlah sekadar isu kesehatan semata, melainkan persoalan multidimensi yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, diperlukan penyatuan persepsi, penguatan komitmen dan peningkatan sinergi antarlembaga untuk mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sebagai Ketua TPPS, pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif, baik melalui intervensi spesifik maupun sensitif, termasuk dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.

Lebih lanjut, pria kelahiran Balikpapan, 27 November 1972 itu mengimbau agar seluruh anggota tim benar-benar berfokus pada sasaran yang tepat dan memperkuat kerja sama lintas sektoral, memastikan program yang dijalankan memberikan dampak nyata pada keluarga yang membutuhkan.

“Kerja sama harus terus dibangun secara intensif. Komunikasi dan gerak langkah pencegahan, penanganan stunting harus dilakukan seirama dan bersama-sama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi. Menjelaskan bahwa target utama dari dilaksanakannya Rakor tersebut bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dan pemahaman antar instansi terkait terhadap kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan, dengan fokus utama pada percepatan penurunan stunting.

Pria kelahiran Muara Ancalong, Kab. Kutim itu juga menjelaskan serangkaian langkah operasional yang harus dicapai melalui Rembug Stunting ini, yang bersifat akurat dari berbagai sumber untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran.

“Kolaborasi erat dan pemanfaatan data stunting yang bersumber dari Kemenkes atau Dinas Kesehatan sangat penting dan yang tak kalah penting, Rakor ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Diketahui, Rakor tersebut dirangkai dengan penyerahan penghargaan Wabup, Mahyunadi kepada tim kolektif cap jempol stop stunting tahun 2025.

Loading