SANGATTA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur (Kutim) raih capaian positif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dalam evaluasi akhir, tercatat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kutai Timur menyentuh angka nol atau turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari peningkatan intensitas kegiatan preemtif dan preventif yang melonjak signifikan. Dibandingkan tahun 2025, kegiatan edukasi dan imbauan di lapangan mengalami kenaikan hingga 1.745 persen.
“Kami fokus pada upaya pencegahan melalui 42.491 kegiatan preemtif yang melibatkan seluruh jajaran Polsek. Alhamdulillah, hasilnya nihil kejadian laka lantas sepanjang operasi tahun ini,” ujarnya dalam Press Conference, disaksikan Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto dan Wakapolres, Kompol Ahmad Abdullah serta jajarannya. Aula Auditorium Polres Kutim, Senin (23/02/2026).
Lebih lanjut. Dalam aspek penegakan hukum, Satlantas Polres Kutim mengandalkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik statis maupun mobile. Tercatat sebanyak 1.568 pelanggaran berhasil ditindak yang didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm SNI serta pelanggaran sabuk keselamatan pada pengemudi roda empat.
“Penindakan tetap kami lakukan melalui ETLE handheld sebagai langkah represif untuk memberikan efek jera, terutama bagi pengguna jalan yang melanggar aturan teknis dan kelengkapan kendaraan,” tambahnya.
Keberhasilan Operasi Keselamatan Mahakam ini. Menurutnya juga menjadi fondasi penting bagi kepolisian dalam menyongsong Operasi Ketupat Mahakam menjelang arus mudik Lebaran. AKP Rezky menekankan bahwa program Zero Accident akan tetap menjadi prioritas utama dengan melakukan pengecekan jalur titik rawan mulai dari wilayah Kongbeng hingga Teluk Pandan.
“Persiapan Operasi Ketupat sudah kami rancang dengan memperkuat layanan digital melalui Media Center Presisi Kutim dan Smart Traffic Management untuk memantau arus kendaraan secara real-time,” jelasnya.
Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang berisiko selama bulan Ramadan, seperti balap liar, penggunaan knalpot yang tidak standar, hingga aksi konvoi saat sahur yang dapat mengganggu ketertiban umum
.”Masyarakat bisa memanfaatkan layanan call center 110 yang siaga 24 jam jika membutuhkan bantuan atau pengamanan kepolisian di jalan raya,” pungkasnya. (Hn/Az)
![]()


Tinggalkan Balasan