SANGATTA -Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersikap optimistis dapat menuntaskan target capaian investasi daerah yang telah ditandaskan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode berjalan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, membeberkan bahwa Kabupaten Kutim dibebani alokasi penanaman modal yang terbilang signifikan, yaitu menembus angka belasan triliun rupiah demi menyokong laju ekspansi ekonomi wilayah.
“Kita ditargetkan oleh pihak provinsi untuk merealisasikan investasi sekitar Rp18 Triliun. Berdasarkan laporan berkala yang telah kita sampaikan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Dirinya menerangkan, keyakinan pemenuhan target tersebut bersumber dari arus modal masuk yang tak melulu bertumpu pada satu rantai industri semata, melainkan menyebar pada berbagai bidang bisnis potensial yang gencar bertumbuh di Kutim.
“Sektor penyumbangnya sangat beragam, masuk dalam kategori aneka usaha. Kontribusinya terbagi mulai dari penanaman modal skala kecil dan menengah hingga proyek penanaman modal berskala besar yang bersifat padat modal,” jelasnya.
Beliau menuturkan, torehan positif penanaman modal ini lahir dari sinergi berkesinambungan serta pendampingan ketat lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutim guna mempermudah iklim usaha.
Dirinya menganggap, kelancaran pengurusan izin berikut kepastian iklim berinvestasi menjadi daya tarik utama bagi para pemodal, baik investor domestik maupun asing, untuk menginvestasikan dana mereka di kawasan Kutim.
“Dinas perizinan terus melakukan pengawalan dan pendataan terhadap seluruh laporan kegiatan penanaman modal yang masuk,” pungkasnya, (Dh/Az/Adv).
![]()


Tinggalkan Balasan