Zonaaspirasi.com, SANGATTA – Investasi terbaik dalam dunia industri bukan hanya soal teknologi dan alat berat, melainkan persiapan sumber daya manusia yang berkarakter. Menyadari hal tersebut, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) resmi menginisiasi program PAMA Safe School. Langkah strategis ini bertujuan menanamkan karakter Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) pada siswa SMA dan SMK binaan di wilayah Kutai Timur.
Diketahui. Melalui payung Corporate Social Responsibility (CSR), PAMA berupaya menyelaraskan standar budaya sekolah dengan etos kerja profesional di dunia pertambangan. Program ini memandang bahwa kesadaran akan keselamatan bukanlah sekadar aturan, melainkan sebuah kebutuhan dasar dan gaya hidup.
Dalam keterangan CSR PAMA, Ishak Pardede menjelaskan. Program PAMA Safe School tidak hanya berfokus pada teori, tetapi mencakup tiga pilar komprehensif untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh, di Antaranya Safety (Keselamatan) bertujuan Melatih kepekaan terhadap risiko di lingkungan sekitar.
Sementara itu Active and Fit (Kesehatan) guna untuk Mendorong pola hidup sehat untuk kesiapan fisik dan mental serta Eco-Friendly (Lingkungan Hidup) untuk menumbuhkan tanggung jawab terhadap kelestarian alam melalui Environmental Behaviour.
“Kami memandang sekolah sebagai persemaian utama bagi calon tenaga kerja profesional. Membangun komitmen budaya keselamatan yang berkelanjutan adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” ungkapnya pada awak media Via WhatsApp belum lama ini.

Lebih lanjut. Untuk memastikan program itu berkelanjutan, PAMA memfasilitasi pembentukan dan pelantikan Komite Sekolah K3LH. Dimana Lembaga internal ini bertugas sebagai garda terdepan dalam pengawasan, pelaksanaan serta evaluasi rutin terhadap standar keamanan di lingkungan sekolah.
Salah satu tantangan dunia pendidikan adalah gap antara teori di kelas dengan realita di lapangan kerja. PAMA Safe School hadir sebagai solusi dengan melakukan penyelarasan kurikulum.
Selain itu. Materi K3LH kini diintegrasikan langsung ke dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan harapan, lulusan sekolah binaan PAMA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mentalitas disiplin dan sadar risiko (risk-aware) yang matang saat memasuki sektor industri berisiko tinggi.

Dengan dibekali berbagai keterampilan praktis. Siswa dapat menterapkan di sekolah maupun di rumah, antara lain Workshop IBPR. Sebagai Pelatihan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko secara sistematis. Selain itu, Basic Life Support (BLS) sebagai pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan untuk respons cepat saat darurat medis Serta Safety Riding untuk Edukasi aman berkendara guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
“Membekali generasi muda dengan kemampuan analisis risiko mandiri akan menciptakan lingkungan pendidikan yang jauh lebih tangguh terhadap potensi bencana maupun kecelakaan,” bebernya.
Pihaknya mengaku. Kehadiran PAMA di sekolah-sekolah area operasional ini membuktikan komitmen perusahaan dalam memeratakan kualitas pendidikan berbasis industri. Dengan edukasi safety culture yang kuat, PAMA optimis dapat mencetak kader muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan bagi masyarakat luas dan siap bersaing secara global. Saat ini, program PAMA Safe School telah menyentuh tujuh sekolah strategis di wilayah Sangkulirang dan Bengalon, yaitu:
1.SMKN 2 Sangkulirang
2. SMK Muhammadiyah Sangkulirang
3. SMAN 1 Sangkulirang
4. SMKN 1 Sangkulirang
5. SMKN 1 Bengalon
6. SMKN 2 Bengalon
7. SMA 1 Bengalon
![]()


Tinggalkan Balasan